Kampung Sapen Sebagai Kampung Wisata Budaya.
- KKN Unit Gondokusuman
- Aug 7, 2022
- 3 min read
Updated: Aug 9, 2022
Suhartiningsih - Mahasiswa KKN PPM UGM Unit 2022-YO026.
Budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa, dan rasa, sedangkan kebudayaan adalah hasil dari cipta, karsa, dan rasa tersebut (Koentjaraningrat, 1990). Menurut Pitana & Diarta (2009), wisata budaya merupakan jenis pariwisata yang berdasarkan pada mosai tempat, tradisi, kesenian, upacara-upacara, dan pengalaman yang menggambarkan suatu bangsa atau suku bangsadengan masyarakat, yang merefleksikan keanekaragaman (diversity) dan identitas (karakter) dari masyarakat.
Salah satu wilayah yang masih mempertahankan budaya yang ada adalah Kampung Sapen. Kampung Sapen merupakan salah satu wilayahdi Kelurahan Demangan,Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta. Kampung Sapen terletak di daerah perkotaan yang dikelilingi oleh berbagai fasilitas umum penting bagi masyarakat, seperti Perguruan Tinggi, Rumah Sakit, dan Pusat Perbelanjaan. Kampung Sapen memiliki beberapawisata budaya yang tetap ada dan dilestarikan, diantaranya Kampung Sapen sebagai Kampung Inggris, seni karawitan, batik, dan wayang uwuh.
Pada tahun 2019, tokoh masyarakat Kampung Sapen beserta pemerintah kota Yogyakarta telah meresmikan Kampung Sapen sebagai Kampung Inggris, dengan tujuan membudayakan setiap warga berkomunikasi dengan bahasa Inggris.Kampung Inggris diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat dan meningkatkan kualitas warga sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kampung Sapen. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan untuk mendukung Kampung Sapen sebagai kampung Inggris yaitu pelaksanaan “English for Kids”. Kegiatan English for Kids merupakan kegiatan yang dilakukan untuk menumbuhkan kebiasaan serta menambah pengetahuan anak-anak di Kampung Sapen sehingga dapat membiasakan sertamenumbuhkan rasa percaya diri untuk berbicara Bahasa Inggris.

Gambar 1. Kegiatan English for Kids di Kampung Sapen.
Kampung Sapen memiliki komunitas yang bergerak pada bidang seni karawitan, yaitu Komunitas Karawitan Eko Manunggal yang sudah berdiri sejak tahun 1960-an. Selain mencakup kegiatan karawitan, komunitas KelompokKarawitan Eko Manunggal sebelumnya juga mencakupWayang Kulit, WayangOrang, dan Ketoprak. Komunitas seni karawitan tersebut sudah turut aktif diundang pada event- event besar. Kegiatan latihan seni karawitan di Kampung Sapen diadakan setiap hari kamis malam pukul 20.00 WIB di Balai RW 08 Kampung Sapen. Kedepannya, diharapkan kesenian tersebut akan mengadakan kelas pelatihan bagi masyarakat atau pengunjung yangmemiliki minat akan gamelan untuk dapat belajar bersama.

Gambar 2. Kegiatan Gamelan di Kampung Sapen.
Kemudian terdapat “Malam Batik” yang berada di RW 7 Kampung Sapen, yang didirikanoleh Bu Theresia Naumi. Malam Batik dikerjakan secara manual oleh beberapa pelakuseni batik yang mengutamakan trend dan permintaan pelanggan. Keunikan tersendiri dari Malam Batik terletak pada motif wayang dan keris, bahkan motif wayang dan keris menjadi ciri khas batik di Kampung Sapen. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan dalam proses pembuatan batik diutamakan menggunakan pewarna alami yang tentunya aman untuk tubuh ketika dipakai serta aman bagi lingkungan. Wisatawan yang datang ke workshop Malam Batik dapat membeli berbagaikain batik dan juga bisa melihat secara langsung bagaimana pembuatan batik dilakukan.

Gambar 3. Proses Pembuatan Malam Batik.
Selanjutnya, terdapat kesenian Wayang Uwuh yang diinsiasi oleh Iskandar Hardjodimuljo. Beliau merupakan seniman lokal yang mendunia karena karyanya serta memiliki kesadaran yang tinggi mengenai lingkungan. Wayang uwuh merupakan kerajinan wayang yang dibuat dengan memanfaatkan limbah rumah tangga.Karya-karya tersebut sudahterkenal ke mancanegara karena keunikannya dalam melukis wayang dengan media berbahan dasar limbah rumah tangga. Media limbah rumah tangga yang digunakan diantaranya plastik, botol plastik, maupun besek yang kemudian didesain menjadi wayang yang penuh makna. Wisatawan yang datang dapat melihat berbagai karya wayang uwuh tersebut, serta jika berminatdapat belajar dari Bapak Iskandarsecara langsung. Kesenian wayang uwuh tersebut dapat dilihat di Angkringan Edukasi Wayang Uwuh. Angkringan tersebut tidak hanya menjual makanan-minuman khas jawa, tetapi kita juga bisa mendapatkan ilmu mengenai kebudayaan dan kehidupan dari beliau.

Gambar 4. Kesenian Wayang Uwuh di Kampung Sapen.
Berbagai potensi wisata budaya yang dimilikiKampung Sapen perlu dikembangkan dengan mengajak generasi penerusdan para wisatawanuntuk senantiasa turut andil mengembangkan kebudayaan di Kampug Sapen. Melaluiberbagai pemanfaatan teknologiinformasi dan media social, kami berharap KampungSapen dapat semakindikenal oleh masyarakat luas, sehingga dapat mengajak masyarakat datang ke Kampung Sapen untuk dapatmenikmati kebudayaan yang ada di Kampung tersebut.
Penulis: Suhartiningsih.
Editor: Mochamad Akmal Prantiaji Wikanatha.
Sumber:
Pitana, I Gede, dan Surya Diarta, I Ketut. (2009).Pengantar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Koentjaraningrat. (1990). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta:Rineka Cipta.






Comments