top of page
Search

Komunitas Kelompok Karawitan Eko Manunggal di Kampung Sapen.

  • Writer: KKN Unit Gondokusuman
    KKN Unit Gondokusuman
  • Aug 7, 2022
  • 2 min read

Updated: Aug 9, 2022

Ivana Sandra Sekar Puteri - Mahasiswa KKN PPM UGM Unit 2022-YO026

Gamelan Jawa merupakan salah satu alat musik tradisional warisan budaya leluhur yang memiliki nilai tersendiri serta sudah dikenal pada ranah internasional. Gamelan sudah ada sejak budaya Hindu Budha masuk ke Indonesia. Alat musik gamelan terdiri dari berbagai macam alat musik, yaitu: saron, demung, peking, gendang/ kendang, saron peking, kempul, gong, bonang, kenong, kethuk, gender, gambang, rebab, dan sebagainya. Macam alat musik tersebut memiliki cara bermain serta instrumen yang berbeda-beda. Pada umumnya, gamelan seringdigunakan untuk mengiringi pementasan wayang atau tari (Rudiansyah et al., 2015).


Pada zaman modern ini, secara perlahan masyarakat mulai meninggalkan budaya tersebut karena minat yang rendah, terutama karena adanya interaksi dengan budaya lain. Budaya luar yang masuk sangat berkembang dan membawa suatu hal yang baru, sehingga minat akan budaya tradisional rendah. Akan tetapi, masih ada beberapa tempat dan wilayah yang terus mempertahankan dan melestarikan budaya tradisional ditengah arus globalisasiyang terus meningkat. Salah satunya, yaitu kegiatan gamelanyang masih berjalandi Kampung Sapen, Kelurahan Demangan, Kecamatan Gondokusuman, Yogyakarta; yang berlokasi di Balai RW 8 Kampung Sapen. Di Kampung Sapen, terdapatkomunitas Kelompok Karawitan Eko Manunggal, yang sudah ada sejak tahun 1960-an. Selain mencakup kegiatan karawitan, komunitas Kelompok Karawitan Eko Manunggal sebelumnya juga mencakup Wayang Kulit dan Wayang Orang. Akan tetapi, kegiatan karawitan yang tetap bertahan dan terus ada hingga sekarang.



Gambar 1. Kondisi alat gamelan di Balai RW 8 Kampung Sapen


Untuk beberapa saat terakhir, kegiatan gamelan di Kampung Sapen sempat terhentikarena adanya pandemi Covid-19, selama kurang lebih 2 tahun. Akhirnya pada tanggal 7 Juli2022, bersamaan dengan adanya tim KKN UGM Unit Gondokusuman Sub Unit 4, kegiatangamelan di Kampung Sapen berjalan kembali. Kegiatan gamelan pertama kali dilakukan olehmasyarakat Kampung Sapen serta peserta KKN UGM untuk dapat belajar bersama. Pada pertemuan tersebut, dipelajari lagu Suwe Ora Jamu, Ladrang Sri Wilujeng, dan Ladrang. Semenjak pertemuan tersebut diputuskan kegiatan gamelan akan berjalan kembali dengan pertemuan satu minggu sekali, yaitu setiap hari Kamis pukul 20.00 WIB.




Gambar 2. Latihan gamelan setelah sempat terhenti karena pandemi covid-19.


Dengan terlaksananya beberapa pertemuan latihan gamelan, diharapkan dapat menyemangati dan mengembalikan kegiatan gamelan di Kampung Sapen yang sempat terhenti. Untuk kedepannya, Komunitas Eko Manunggal berencana untuk menerima siapapun yang memiliki niat dalam gamelan untuk dapat belajar bersama agar kegiatan gamelan terus berjalan dan tetap ada penerusyang akan melanjutkan. Berjalannya kegiatan gamelan tersebut ditujukan untuk tetap mempertahankan budaya dan kekayaan di Kampung Sapen agar tetap lestari. Dengan adanya Latihan rutin, diharapkan komunitas pemain gamelan dapat terus berkembang, semakin banyakorang (terutama anak muda) yang tertarik untuk mengikuti, serta dapat dikenal oleh banyak orang.



Gambar 3. Latihan gamelan rutin yang dilaksanakan setiap hari Kamis, pukul 20.00



Penulis: Ivana Sandra Sekar Puteri

Editor: Mochamad Akmal Prantiaji Wikanatha



Sumber:


Rudiansyah, A., M. Bahruddin, S.P. Yosep. 2015. Penciptaan buku ilustrasi gamelan jawa dengan menggunakan teknik vektor sebagai upaya pengenalan alat musik tradisional pada anak-anak. Jurnal Desain Komunikasi Visual 4(2): 1-10.

 
 
 

Comments


bottom of page